ESDM Lelang 8 Blok Migas Tahap II 2026, Leti Selatan Terluas 11.226 Km2

ESDM Lelang 8 Blok Migas Tahap II 2026, Leti Selatan Terluas 11.226 Km2
ESDM Lelang 8 Blok Migas Tahap II 2026, Leti Selatan Terluas 11.226 Km2

JEJAKCARBON.COM — Kementerian ESDM membuka lelang Penawaran Wilayah Kerja Migas Tahap II Tahun 2026 untuk 8 blok dengan total luas mencapai lebih dari 63 ribu kilometer persegi. Lelang ini jadi upaya pemerintah menambah cadangan baru demi menjaga keberlanjutan produksi migas nasional. Kontraktor yang berminat bisa mengakses dokumen penawaran mulai 17 September 2026.

Kementerian ESDM resmi mengumumkan lelang Penawaran Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Tahap II Tahun 2026. Ada 8 wilayah kerja yang ditawarkan kepada badan usaha dan bentuk usaha tetap, dengan luas bervariasi dari 4.678 km2 hingga 11.226 km2.

Penawaran ini menjadi bagian dari strategi pemerintah mendorong eksplorasi demi menemukan cadangan baru. Produksi migas nasional butuh pasokan cadangan segar agar tidak menurun dalam beberapa tahun ke depan.

Leti Selatan Jadi Primadona, Luasnya Terbesar

Dari delapan blok yang dilelang, Leti Selatan menempati posisi terluas dengan 11.226,09 km2. Blok ini juga satu-satunya yang menggunakan mekanisme lelang reguler, berbeda dari tujuh wilayah lain yang ditawarkan lewat penawaran langsung.

Leti Selatan menawarkan fleksibilitas skema kontrak: Cost Recovery atau Gross Split. Komitmen eksplorasinya berupa studi geologi dan geofisika (G&G) plus akuisisi seismik 3D seluas 250 km2 atau seismik 2D sepanjang 1.000 km.

Blok terbesar kedua adalah Mahesa dengan 9.145,66 km2, disusul Rafflesia 9.027,74 km2 dan Manta 8.498,81 km2. Ketiganya memakai skema Cost Recovery dengan komitmen seismik 2D sepanjang 1.000 km.

Insentif Baru untuk Kontraktor

Pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan agar iklim investasi hulu migas lebih kompetitif. Kontraktor kini bisa mendapat porsi bagi hasil yang lebih besar, 10% FTP, serta nilai minimum Signature Bonus yang disesuaikan dengan tingkat risiko wilayah kerja.

Ada juga keleluasaan memilih skema kontrak Cost Recovery atau Gross Split. Pemerintah memberikan 100% harga DMO dan membebaskan kewajiban relinquishment pada tiga tahun pertama masa komitmen.

Kemudahan lain datang lewat akses data melalui keanggotaan Migas Data Repository. Fasilitas perpajakan disediakan sesuai ketentuan, plus peluang mengajukan insentif bila kontraktor menghadapi kendala keekonomian saat mengembangkan wilayah kerja.

"Berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah untuk menciptakan iklim investasi hulu Minyak dan Gas Bumi yang semakin kompetitif, sekaligus memberikan ruang bagi Kontraktor untuk mengoptimalkan pengembangan Wilayah Kerja yang dikelola," jelas Kementerian ESDM.

Rincian Delapan Blok dan Komitmen Eksplorasinya

Blok Jago seluas 8.487,61 km2 memakai kontrak Cost Recovery. Komitmennya meliputi G&G serta akuisisi dan pemrosesan seismik 3D seluas 500 km2, dengan bonus tanda tangan US$ 200.000.

Mahesa (9.145,66 km2), Rafflesia (9.027,74 km2), dan Manta (8.498,81 km2) sama-sama berkomitmen melakukan seismik 2D sepanjang 1.000 km. Ketiganya memakai skema Cost Recovery dan bonus US$ 200.000.

Belibis seluas 4.860,47 km2 menawarkan komitmen berbeda: G&G plus pengeboran satu sumur eksplorasi. Sementara Talu (4.678,26 km2) dan Palu (7.912,78 km2) masing-masing berkomitmen seismik 3D 500 km2 dan seismik 2D 300 km.

Talu dan Leti Selatan menjadi dua blok yang memberi opsi skema kontrak Cost Recovery atau Gross Split. Enam blok lainnya hanya memakai Cost Recovery.

Jadwal Lelang dan Batas Waktu

Untuk tujuh blok dengan mekanisme penawaran langsung, akses Bid Document dibuka 17 September 2026 hingga 31 Oktober 2026. Batas akhir pemasukan Dokumen Partisipasi ditetapkan 2 November 2026.

Khusus Leti Selatan, akses Bid Document berlangsung lebih lama: 17 September 2026 sampai 14 Januari 2027. Batas akhir pemasukan Dokumen Partisipasi jatuh pada 14 Januari 2027.

Pendaftaran dan akses dokumen dilakukan melalui laman lelang Wilayah Kerja Migas di https://esdm.go.id/wkmigas/. Informasi lebih lanjut soal tata cara penawaran bisa dilihat di laman yang sama.

Lelang tahap II ini menjadi ujian bagi daya tarik sektor hulu migas Indonesia. Tambahan cadangan dari delapan blok diharapkan menopang produksi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor energi di masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index