JEJAKCARBON.COM — PT Pertamina (Persero) menggelar Road to Pertamina Eco Run Fest 2026 Volume 2 di Gelora Bung Karno, Senayan, dengan fokus mengedukasi peserta soal pengelolaan sampah dan jejak emisi karbon. Acara ini menjadi rangkaian menuju perhelatan utama pada 6 Desember 2026. Sebanyak 14.000 tiket lari sudah terjual habis.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan bahwa Eco Run Fest tahun ini mengusung tujuh inisiatif keberlanjutan. Tujuh inisiatif itu mencakup eco jersey, eco innovation, eco mission, eco talent, eco production, eco waste management, dan eco education.
Menurut Arya, rangkaian acara ini dirancang agar peserta tidak sekadar berlari. Peserta diajak memahami cara mengelola sampah supaya bisa dimanfaatkan kembali.
"Eco Run itu berasal dari kata ekologi, yaitu bagaimana kita membina hubungan yang sebaik-baiknya antara manusia dengan lingkungan. Jadi di sini teman-teman akan mendapatkan experience untuk bagaimana kita mengelola sampah untuk bisa kita manfaatkan kembali," ujar Arya kepada awak media.
Jersey Pelari Berbahan Limbah Botol Plastik
Inisiatif eco jersey menjadi salah satu yang paling menonjol. Pertamina memakai limbah botol plastik dan tekstil sebagai material jersey bagi para pelari.
Prinsip ekonomi sirkular diterapkan lewat eco production. Pertamina mengoptimalkan material hasil daur ulang dan material sewa, sekaligus memakai kembali sejumlah elemen produksi dari penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Untuk eco waste management, pengelolaan sampah dilakukan di seluruh rangkaian kegiatan. Mulai dari press conference, road to event, hingga pelaksanaan Pertamina Eco Run Fest nanti.
Pelajar DKI Jakarta Ikut Kelola Sampah Sekolah
Keterlibatan generasi muda masuk lewat inisiatif eco innovation. Pertamina membuka ruang bagi pelajar untuk mengembangkan solusi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
"Jadi Pertamina bersama dengan sekolah-sekolah di wilayah DKI Jakarta, kita bekerja sama dengan Pemprov DKI, kita berikan bagaimana cara mengelola sampah di sekolah," tutur Arya.
Inisiatif eco mission menghubungkan kegiatan ini dengan manfaat yang bisa dirasakan sekolah, masyarakat, dan ruang publik. Sementara eco talent melibatkan figur publik untuk mengampanyekan kebiasaan ramah lingkungan sehari-hari.
Pertamina juga menyediakan sustainability dashboard dan carbon calculator. Dua alat ini membantu masyarakat memahami jejak lingkungan dari aktivitas yang mereka lakukan, sebagai bagian dari eco education.
"Jadi semua kita sampaikan di sini, harapannya adalah supaya teman-teman bisa me-manage sampah yang ada sebagai langkah kita pro pada lingkungan," kata Arya.
14.000 Tiket Lari Habis dalam Sejam
Antusiasme peserta terbilang tinggi. Arya mengungkapkan seluruh tiket Pertamina Eco Run Fest 2026 sudah terjual habis.
Sebanyak 14.000 peserta akan mengikuti perhelatan lari, mulai dari kategori 5K hingga half marathon. Tiket ludes hanya dalam satu jam pada hari yang sama.
"Insyaallah 14.000 pelari yang terdaftar, waktu itu kita cepat war tiketnya, sehingga 14.000 sudah kita close di hari yang sama hanya 1 jam sudah habis. Kemudian di acara Eco Fest malamnya itu ada sekitar 10.000," ungkapnya.
Road to Pertamina Eco Run Fest 2026 Volume 2 digelar di Pintu 6 Gelora Bung Karno. Acara ini mencakup 5K Fun Run, Mini Festival, dan Eco-Workshop.
Sebanyak 150 peserta mengikuti 5K Fun Run, meliputi komunitas Pertamina Runners, komunitas lari lain, serta masyarakat umum. Ada pula Plogging Mission, yakni lari sambil mengangkut sampah, yang melibatkan 50 pelajar SMP dan SMA dari DKI Jakarta.
Eco-workshop berkolaborasi dengan Rekosistem dan Mortier. Tujuannya mengedukasi peserta memanfaatkan limbah menjadi barang fungsional.
Penampilan Eco-Talent dari Berlari Berdendang dan Adrian Khalif menutup rangkaian acara. Hiburan itu sekaligus menyampaikan pesan tentang kesadaran lingkungan kepada peserta.