JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) tengah menggembleng 310 personel untuk diproyeksikan sebagai calon pengawak kapal induk KRI Sriwijaya.
Berdasarkan siaran pers Komando Armada (Koarmada) RI di Jakarta, Kamis, langkah penyiapan tersebut direalisasikan lewat penyelenggaraan beragam pembekalan serta pelatihan bagi para prajurit.
"Materi diberikan sebagai bekal pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme yang harus dimiliki setiap prajurit, sebelum mengemban tugas sebagai pengawak KRI Sriwijaya," ujar Kepala Dinas Penerangan Koarmada RI Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah.
Seluruh tenaga pengajar yang dilibatkan dipastikan mengantongi latar belakang kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pengetahuan para calon awak kapal.
Salah satu jajaran pimpinan yang telah menyapa dan memberikan pengarahan langsung adalah Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata di Gedung Canopus, Kolat Armada RI, Jakarta Utara, Rabu (16/9).
Kendati demikian, Wishnu tidak membeberkan secara mendetail mengenai rincian materi yang disajikan kepada para peserta pelatihan.
Pihaknya juga belum merinci tenggat waktu dimulainya proses pendidikan bagi para prajurit tersebut.
"Dapat dipastikan pembentukan calon pengawak dilaksanakan melalui pelatihan yang terarah, disiplin dan berorientasi pada kesiapan operasional," kata dia.
Melalui program pelatihan terpadu ini, TNI AL berharap seluruh calon pengawak KRI Sriwijaya dibekali pemahaman mendalam sehingga sanggup mengoperasikan kapal induk secara optimal