5 Rekomendasi Cara Memilih Beras Fortifikasi Terbaik

5 Rekomendasi Cara Memilih Beras Fortifikasi Terbaik
5 Rekomendasi Cara Memilih Beras Fortifikasi Terbaik

JEJAKCARBON.COM — Kementerian Pertanian menemukan 25 merek beras fortifikasi yang kandungannya tidak sesuai label. Temuan ini membuat konsumen perlu lebih teliti saat membeli. Berikut panduan memilih beras fortifikasi agar tidak salah beli.

Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi dari peredaran setelah pengujian laboratorium menunjukkan ketidaksesuaian antara label dan isi. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut produk bermasalah itu dihentikan produksinya hingga dicabut izin edarnya. Konsumen kini perlu memahami cara memilih agar tidak terjebak produk serupa.

1. Pahami Dulu Apa Itu Beras Fortifikasi

Ahli gizi Tri Mutiara Ramdani menjelaskan beras fortifikasi adalah beras biasa yang ditambahkan zat gizi mikro esensial lewat teknologi modern. Penambahan dilakukan karena sebagian zat gizi hilang selama proses pengolahan.

Zat gizi yang ditambahkan bisa berbeda tergantung kebutuhan wilayah, seperti zat besi, asam folat, vitamin B, zinc, vitamin A, dan vitamin D.

2. Cek Informasi Nilai Gizi di Kemasan

Pastikan zat gizi yang ditambahkan tercantum jelas, termasuk jumlahnya per sajian. Jangan hanya melihat tulisan "fortifikasi" di bagian depan kemasan.

Produk yang bermasalah biasanya tidak mencantumkan kandungan sesuai hasil uji laboratorium. Ketidaksesuaian inilah yang membuat 25 merek tersebut ditindak.

3. Perhatikan Komposisi secara Keseluruhan

Jangan mengandalkan klaim di bagian depan kemasan. Baca juga komposisi dan kandungan yang tertera secara lengkap.

Langkah ini membantu memastikan produk benar-benar mengandung zat gizi sesuai yang dijanjikan, bukan sekadar klaim pemasaran.

4. Pastikan Ada SNI dan Izin Edar

Legalitas produk jadi hal penting yang sering diabaikan. Pastikan beras fortifikasi yang dibeli memiliki SNI dan izin edar yang sesuai.

Amran menegaskan produk yang tidak sesuai standar SNI akan ditarik dari peredaran dan diproses hukum. "Setelah kita cek di laboratorium, ternyata tidak sesuai dengan labelnya. Ini yang kita tindak," ujarnya.

5. Periksa Kondisi Fisik Beras dan Kemasan

Jika tersedia tester, konsumen bisa melihat langsung kondisi fisik beras sebelum membeli. Perhatikan juga kondisi kemasan, apakah masih utuh atau rusak.

Tri Mutiara menegaskan proses fortifikasi seharusnya tidak mengubah rasa, aroma, maupun bentuk beras. Perubahan yang muncul bisa dipengaruhi faktor lain seperti penyimpanan, kelembapan, atau kontaminasi.

Beras fortifikasi dirancang membantu menurunkan angka kekurangan gizi, termasuk mencegah stunting pada ibu hamil dan remaja putri. Namun produk ini bukan pengganti pola makan bergizi seimbang.

Memilih beras fortifikasi butuh ketelitian ekstra, mulai dari cek label gizi, komposisi, legalitas SNI, hingga kondisi fisik produk. Dengan begitu, konsumen bisa menghindari produk bermasalah seperti 25 merek yang sudah ditindak pemerintah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index