HOPE

HOPE Siapkan Rp317 Miliar Akuisisi 99 Persen Saham Tambang Meranti 2026

HOPE Siapkan Rp317 Miliar Akuisisi 99 Persen Saham Tambang Meranti 2026
HOPE Siapkan Rp317 Miliar Akuisisi 99 Persen Saham Tambang Meranti 2026

JAKARTA - Langkah ekspansi besar kembali dilakukan emiten di sektor industri pendukung pertambangan. 

Kali ini, PT Harapan Duta Pertiwi Tbk menunjukkan keseriusannya dalam memperluas lini bisnis dengan rencana akuisisi mayoritas saham perusahaan tambang. Strategi ini tidak hanya menjadi upaya diversifikasi usaha, tetapi juga bagian dari transformasi bisnis menuju integrasi yang lebih luas di sektor pertambangan.

Rencana ini sekaligus menjadi sinyal bahwa perusahaan tengah bersiap meningkatkan perannya dalam rantai industri tambang nasional. 

Dengan menguasai hampir seluruh saham perusahaan target, HOPE berupaya memperkuat posisinya tidak hanya sebagai produsen karoseri kendaraan komersial, tetapi juga sebagai pemain dalam layanan tambang terintegrasi.

PT Harapan Duta Pertiwi Tbk akan meningkatkan kepemilikan saham di PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS). Emiten berkode saham HOPE ini berencana menambah kepemilikan saham dari sebelumnya memiliki 4,3% saham Tambang Meranti menjadi 99%.

Skema Akuisisi Saham

Adapun mekanisme yang akan dilakukan HOPE untuk menambah saham Tambang Meranti adalah dengan mengambil saham baru dan membeli saham dari pemilik lama.

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, HOPE menjelaskan, Tambang Meranti akan mengeluarkan saham baru sehingga HOPE akan memiliki saham Tambang Meranti sebanyak 21,57% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pengeluarn saham baru.

Selain itu, HOPE akan membeli saham TMMS dari pemegang saham lama sehingga kepemilikan sahamnya menjadi 99%.

“Transaksi ini merupakan transaksi material yang memerlukan persetujuan RUPS karena nilainya lebih dari 50% dari ekuitas perusahaan, 20% dari total aset perusahaan dan pendapatan TMMS lebih dari 20% penjualan HOPE,” papar manajemen.

Transaksi Afiliasi dan Struktur Kepemilikan

Menurut perusahaan, transaksi ini juga merupakan transaksi afiliasi karena memiliki dua atau lebih anggota direksi, pengurus, dewan komisaris atau pengawas yang sama.

Pengurus yang sama diantaranya, Kevin Jong, Herryan Syahputra, Wimba Prambada dan Rino Yosiaki Manangkalangi. Tak hanya itu, HOPE dan TMMS dikendalikan oleh pihak yang sama yaitu Kevin Jong.

Kondisi ini membuat transaksi harus dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan regulator, termasuk melalui persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Kebutuhan Dana Akuisisi

Manajemen HOPE memaparkan, untuk mengambil saham baru dari TMMS sebanyak 1 juta saham atau mewakili 18,05%, HOPE harus mengeluarkan dana sebesar Rp 60 miliar. Ini artinya setiap saham TMMS dihargai Rp 60 per saham.

Dana tersebut akan digunakan TMMS untuk membeli 30 unit dump truck 10 roda berkapasitas 20 ton dari perusahaan dengan harga masing-masing Rp 1,7 miliar. Total dana yang dibutuhkan untuk rencana ini sebesar Rp 51 miliar.

Sisa dana penerbitan saham sebesar Rp 9 miliar atau 15% akan digunakan untuk modal kerja TMMS.

Selanjutnya HOPE akan membeli sebanyak 4.290.318.296 saham seharga Rp 60 per saham dari pemegang saham lama. Sehingga total dana yang dibutuhkan HOPE untuk membeli saham dari pemegang saham lama sebesar Rp 257,42 miliar.

Jika ditotal kebutuhan dana HOPE untuk membeli mayoritas saham TMMS sebesar Rp 317,42 miliar.

Strategi Bisnis Terintegrasi

Bagi HOPE, TMMS cukup penting karena memiliki bisnis di bidang kontraktor tambang dan penyewaan alat berat, perusahaan pertambangan, perdagangan komoditas, dan jasa stevedoring dan penyedia jetty.

HOPE yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan karoseri pada kendaraan truk dan kendaraan komersial ini berharap dengan akuisisi TMMS maka bisa mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan usaha pertambangan secara terintegrasi.

HOPE nantinya bisa memiliki bisnis dengan konsep one stop solution, mulai dari pengupasan dan pemindahan lapisan penutup (overburden), penggalian, pengangkutan, persiapan infrastruktur sampai dengan reklamasi areal bekas tambang.

Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah perusahaan serta memperluas sumber pendapatan dari sektor yang memiliki prospek jangka panjang.

Sumber Pendanaan Akuisisi

Untuk mendanai rencana bisnis tersebut, maka HOPE akan menggunakan dana kas sebesar Rp 4,68 miliar.

HOPE juga akan mengubah dana yang diperoleh saat IPO sebesar Rp 55,32 miliar dan dana hasil rights issue sebesar Rp 257,42 miliar.

HOPE berasumsi akan menerbitkan 2.130.360.203 saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 125 per saham. Rights issue tersebut dilaksanakan dengan rasio 1:1, yaitu setiap pemegang 1 saham lama berhak untuk membeli 1 saham baru.

Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan mengandalkan kombinasi sumber pendanaan internal dan eksternal untuk merealisasikan ekspansi besar tersebut.

Agenda RUPS dan Pergerakan Saham

Atas rencana tersebut, HOPE akan mengadakan RUPS pada Jumat 24 April 2026 pukul 15.30 WIB di Hotel Fraser Setiabudi Jakarta.

RUPS ini menjadi tahapan penting untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham terkait transaksi material yang akan dilakukan perusahaan.

Pada Selasa, 17 Maret 2026 harga saham HOPE ditutup di Rp 228 per saham, naik 12,87% dari hari sebelumnya.

Kenaikan harga saham ini dapat menjadi indikasi bahwa pasar merespons positif rencana ekspansi yang dilakukan oleh perusahaan.

Prospek ke Depan

Dengan rencana akuisisi ini, HOPE memiliki peluang untuk memperluas cakupan bisnisnya secara signifikan. Integrasi antara industri karoseri dan sektor pertambangan dapat menciptakan sinergi yang kuat, terutama dalam hal efisiensi operasional dan diversifikasi pendapatan.

Selain itu, sektor pertambangan yang masih memiliki potensi besar di Indonesia menjadi peluang strategis bagi perusahaan untuk berkembang lebih jauh. Dengan menguasai hampir seluruh saham TMMS, HOPE dapat lebih leluasa dalam menentukan arah pengembangan bisnis ke depan.

Namun demikian, keberhasilan strategi ini tetap bergantung pada eksekusi yang tepat serta kondisi pasar yang mendukung. Oleh karena itu, manajemen perlu memastikan bahwa seluruh rencana berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index