JAKARTA - Juara Wimbledon, Iga Swiatek, memilih untuk menekan ekspektasi menjelang perjuangannya dalam turnamen Grand Slam lapangan rumput tersebut. Hal ini dilakukan karena persiapan yang ia jalani dinilai tidak sebaik tahun lalu.
Petenis asal Polandia itu mengaku masih berusaha menemukan kembali ritme permainan setelah hanya menjalani satu pertandingan di lapangan rumput musim ini, menyusul kekalahannya dari Emma Navarro di Bad Homburg pekan lalu.
"Saya benar-benar berada dalam posisi untuk menjaga ekspektasi tetap rendah," kata Swiatek dalam konferensi pers pra-turnamen seperti dikutip WTA, Senin (29/6/2026).
Swiatek mengakui bahwa gelar Wimbledon tahun lalu merupakan pencapaian yang terasa mustahil. Baginya, lapangan rumput adalah permukaan yang paling sulit untuk ditaklukkan sepanjang kariernya.
Kini, kembali ke All England Club sebagai juara bertahan, Swiatek menyadari bahwa tantangan untuk mempertahankan gelar juara tidaklah mudah. Dalam satu dekade terakhir, hanya sedikit petenis yang mampu mempertahankan trofi tersebut.
Berbeda dengan musim lalu di mana ia tampil impresif setelah final Bad Homburg, kondisi tahun ini cukup menantang. Setelah tersingkir di babak keempat French Open, Swiatek memiliki sedikit waktu bertanding di lapangan rumput.
Meski demikian, petenis berusia 25 tahun itu percaya bahwa kepercayaan diri dapat dibangun secara bertahap. Ia mencontohkan pengalamannya musim lalu di mana ia terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
"Tahun lalu saya bisa berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya dan itu sangat membantu," kata Swiatek.
Selain membahas persiapan, Swiatek sempat melontarkan candaan terkait suvenir handuk Wimbledon. "Saya sudah tidak punya handuk dari tahun lalu. Teman-teman dan keluarga saya menginginkannya," ujar Swiatek sambil tertawa.
Swiatek dijadwalkan mengawali perjalanannya dengan menghadapi Taylor Townsend pada babak pertama, Selasa (30/6/2026), pukul 19.30 WIB.