Jelang DCF XVI Panitia Minta Pengelola Jaga Tarif Homestay Dieng

Jelang DCF XVI Panitia Minta Pengelola Jaga Tarif Homestay Dieng
Dieng Culture Festival (DCF) XV Tahun 2025 di kompleks Candi Arjuna.

JAKARTA - Ketua Pelaksana Dieng Culture Festival (DCF) XVI Tahun 2026 Alif Faozi mengimbau para pemilik homestay di area Dieng untuk mempertahankan tarif sewa dalam batas wajar menjelang pelaksanaan DCF pada 28-30 Agustus 2026 demi menjaga citra baik lokasi wisata itu.

Ketika dikontak dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu, Alif menuturkan volume pemesanan homestay mulai merangkak naik walau pihak panitia sampai saat ini belum merilis harga paket resmi DCF XVI yang tahun ini kembali terdaftar dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN).

"Sudah, sudah banyak kalau pemesanan homestay sudah banyak," katanya menegaskan.

Ia menjelaskan daya tampung akomodasi di area Dieng pun konsisten meningkat lantaran hingga kini di kawasan Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, sudah berdiri di atas 100 homestay, serta ditunjang oleh deretan kabin penginapan yang menjamur di Dusun Karangsari.

Sementara area pedesaan lain di Kecamatan Batur, utamanya yang bertempat di dekat pusat pelaksanaan DCF 2026, termasuk wilayah Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, turut menyediakan penginapan sehingga secara total diproyeksikan ada ratusan unit akomodasi untuk pelancong.

Bukan cuma homestay dan kabin, kata dia, sekelompok usahawan lokal pun mulai menyediakan lahan camping ground (perkemahan) sebagai opsi lokasi bermalam.

“Namun, operasionalnya masih menunggu penyelesaian kerja sama dengan pihak terkait,” kata dia yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) “Dieng Pandawa” Desa Dieng Kulon.

Lewat pertumbuhan kuantitas akomodasi tersebut, dirinya menjamin para pelancong tidak usah cemas bakal kehabisan ruang menginap sepanjang rangkaian agenda DCF XVI berjalan.

Mengenai besaran biaya sewa, ia menaruh harapan besar agar para pemilik homestay tidak memanfaatkan lonjakan pesanan dengan mendongkrak harga secara tidak masuk akal.

"Sebetulnya kalau dari kami mengharap kalaupun ada kenaikan jangan terlalu tinggi, karena ini bagian daripada promosi. Tujuan Dieng Culture Festival ‘kan untuk promosi wisata Dieng, mengangkat Dieng," katanya.

Alif mengutarakan bahwa pemberlakuan harga sewa yang rasional bakal menghadirkan impresi positif bagi para pelancong sekaligus merawat reputasi Dieng selaku destinasi papan atas nasional.

Gelaran Dieng Culture Festival XVI yang membawa tajuk "Spirit in Harmony" ini diatur bakal berputar pada tanggal 28-30 Agustus 2026.

Sesudah sempat tidak masuk dalam program Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada tahun lalu, festival akbar ini kini kembali menjadi bagian KEN 2026 dan diproyeksikan sanggup mendatangkan lebih banyak turis ke dataran tinggi Dieng.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index