Pendidikan Bahasa Asing di Sekolah Diperkuat Sesuai Instruksi Presiden

Sabtu, 29 November 2025 | 08:00:44 WIB
Pendidikan Bahasa Asing di Sekolah Diperkuat Sesuai Instruksi Presiden

JAKARTA - Kemampuan bahasa asing menjadi salah satu hambatan terbesar bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin bekerja di luar negeri. 

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Mukhtarudin menekankan pentingnya peningkatan kemampuan bahasa sebagai strategi agar tenaga kerja Indonesia lebih kompetitif di pasar global.

Dalam kunjungannya meninjau job fair di Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat, 28 November 2025, Mukhtarudin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meminta jajaran terkait untuk memperkuat pendidikan bahasa asing di sekolah-sekolah. “Memang dari segi bahasa, khususnya pekerja migran kita itu kurang, terutama bahasa di negara-negara yang banyak lapangan pekerjaannya,” ujar Mukhtarudin.

Negara dengan Peluang Kerja Tinggi untuk WNI

Mukhtarudin menjelaskan bahwa sejumlah negara, seperti Inggris, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi, saat ini membuka banyak lowongan kerja bagi pekerja migran. Namun, kemampuan bahasa calon pekerja Indonesia belum memadai sehingga sering kalah bersaing dengan negara lain, terutama Filipina.

“Kekalahan kita dengan Filipina itu dari segi bahasa, mereka bahasa Inggrisnya bagus, sehingga banyak negara Timur Tengah seperti Dubai, Uni Emirat Arab, dan lain-lain pekerja migrannya dari Filipina, khususnya yang profesional,” jelasnya.

Presiden Mendorong Bahasa Asing Jadi Pelajaran Wajib

Untuk menjawab tantangan ini, Presiden Prabowo meminta agar sekolah, termasuk sekolah rakyat dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), memperkuat kurikulum bahasa asing. Langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan menyiapkan calon pekerja yang siap bersaing di pasar internasional.

“Makanya ke depan semua sekolah, seperti sekolah rakyat, SMK dan SMK, untuk mewajibkan belajar bahasa asing,” kata Mukhtarudin. Menurutnya, saat ini bahasa asing belum menjadi mata pelajaran wajib, hanya berfungsi sebagai bahasa pendukung. Dengan instruksi Presiden, pelajaran bahasa asing akan menjadi bagian penting dari kurikulum sekolah.

Fokus pada Bahasa Inggris dan Bahasa Negara Tujuan Pekerja Migran

Mukhtarudin menekankan bahwa bahasa Inggris tetap menjadi prioritas utama, mengingat dominannya penggunaan bahasa ini di pasar kerja global. Selain itu, bahasa Mandarin, Jepang, dan bahasa lain juga semakin dibutuhkan, khususnya bagi pekerja migran yang ingin menempuh peluang kerja di Asia Timur dan Timur Tengah.

“Kalau bicara dunia global hari ini, bahasa sangat menentukan, tidak hanya kemampuan akademis tapi juga kemampuan berbahasa,” ujarnya. Pendidikan bahasa asing di sekolah diharapkan memberikan dasar yang kuat sehingga lulusan siap menghadapi tantangan internasional.

Mengatasi Hambatan Bahasa untuk Bersaing di Pasar Global

Pelatihan bahasa asing menjadi strategi penting untuk mengurangi ketertinggalan Indonesia dibandingkan negara lain. Dengan kemampuan bahasa yang baik, pekerja migran Indonesia tidak hanya mampu bersaing secara profesional, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk menempati posisi yang lebih strategis di luar negeri.

Mukhtarudin menekankan, langkah ini juga untuk memenuhi kebutuhan negara-negara tujuan pekerja migran, di mana bahasa menjadi kriteria utama dalam rekrutmen. Hal ini menjadikan penguasaan bahasa asing sebagai faktor penting dalam kesiapan tenaga kerja Indonesia di kancah internasional.

Strategi Pemerintah dalam Meningkatkan Kompetensi SDM

Penguatan pelajaran bahasa asing di sekolah merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Dengan membiasakan generasi muda belajar bahasa sejak dini, diharapkan Indonesia dapat menghasilkan pekerja profesional yang siap bersaing dan menembus pasar kerja global.

“Kelima bahasa dari negara-negara tersebut yang saat ini memang kurang, secara eksplisit Pak Presiden meminta agar dipersiapkan, karena lowongan pekerjaan luar negeri dari negara-negara itu sangat banyak,” tambah Mukhtarudin.

Sinergi Sekolah dan Pemerintah untuk Persiapan Kerja Global

Penerapan pelajaran bahasa asing secara wajib akan melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, sekolah, dan pemerintah daerah. Sinergi ini bertujuan memastikan kurikulum berjalan efektif dan siswa benar-benar memiliki kemampuan bahasa yang memadai saat memasuki dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Harapan bagi Tenaga Kerja Indonesia

Dengan penguatan pendidikan bahasa asing, pemerintah berharap Indonesia mampu meningkatkan daya saing pekerja migrannya. Hal ini tidak hanya membuka peluang kerja lebih luas, tetapi juga memberi pengalaman profesional yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara keseluruhan.

Bahasa Asing Kunci Kesuksesan WNI di Luar Negeri

Presiden Prabowo melalui instruksi ke kementerian terkait menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing menjadi prioritas nasional. Langkah memperkuat pendidikan bahasa di sekolah, baik bahasa Inggris maupun bahasa negara tujuan pekerja migran, diharapkan menjawab hambatan utama WNI dalam mencari pekerjaan di luar negeri. Dengan strategi ini, generasi muda Indonesia akan lebih siap menghadapi tantangan global dan memperoleh peluang kerja internasional yang lebih baik.

Terkini

Cek paket Zalora: Panduan Lengkap Melacak Pesananmu

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:45 WIB

Update Harga iPhone 13 di iBox Terbaru 2025

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:44 WIB

10 Aplikasi Menulis di Android 2025

Minggu, 30 November 2025 | 10:17:05 WIB

Harga HP Tecno Pova 5 dan Spesifikasinya di Indonesia

Minggu, 30 November 2025 | 10:16:56 WIB