Abdul Mu'ti Ajak Peserta MPLS Terapkan Budaya Sekolah ASRI

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:04:32 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengimbau seluruh siswa Sekolah Santo Fransiskus Jakarta yang mengikuti MPLS Ramah untuk membiasakan budaya sekolah Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang terintegrasi dalam Partisipasi Semesta.

Menurut pandangannya, lembaga pendidikan wajib bertransformasi menjadi area yang aman, kondusif, sehat, serta menyokong perkembangan para murid secara maksimal.

“Dalam suasana dan bagian dari upaya kami membangun gerakan dan budaya ASRI yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Tadi Romo sudah menyampaikan lingkungannya bersih, lingkungannya nyaman, lingkungan sosialnya membuat kami merasa damai dan tenang di dalamnya. Dan ayo inilah yang ingin kami bangun di semua sekolah di Indonesia termasuk di sekolah Fransiskus ini,” ujar Mendikdasmen Mu'ti di Jakarta pada Kamis (16/7/2026).

Ia menguraikan bahwa program ini diperkuat lewat peluncuran Permendikdasmen mengenai pembentukan iklim sekolah yang aman serta nyaman. Regulasi tersebut menuntut sekolah menjadi tempat yang menjunjung tinggi kehormatan setiap individu melalui pola komunikasi yang penuh ketulusan.

“Ketika kami menjadikan pendidikan ini sebagai proses menjalankan misi kenabian, misi profetik, maka tentu saja kami berusaha bagaimana mewujudkan kemuliaan itu dalam cara kami menyapa sesama murid, dalam cara kami menyapa sesama rekan pendidik, dan dalam kami semua berinteraksi di lingkungan sekolah ini. Memuliakan berarti menerima semua dengan penuh ketulusan,” katanya.

Mu'ti menyatakan bahwa langkah dalam merealisasikan sistem pengajaran yang berkualitas tinggi tidak dapat dipikul oleh pihak pemerintah secara sepihak.

Oleh sebab itu, ia merangkul seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk saling bahu-membahu dalam merancang ekosistem pendidikan terbaik bagi generasi muda di tanah air.

“Karena kami berkomitmen pemerintah ini sebagai penyelenggara negara tidak bisa bekerja sendiri. Kami sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari masyarakat, dari semua pihak. Karena itu visi Pendidikan Bermutu untuk Semua kami wujudkan dengan Partisipasi Semesta,” tegas Mu'ti.

Melalui dasar pemikiran tersebut, pihak otoritas menilai bahwa yayasan pendidikan swasta memegang peranan krusial sebagai rekan kerja operasional dalam mengelola sistem pengajaran berskala nasional.

Ia mengemukakan bahwa sumbangsih dari institusi swasta selama ini memiliki andil yang sangat besar untuk membuka ruang serta memperluas akses belajar bagi masyarakat luas.

Maka dari itu, pemerintah menyediakan peluang setara bagi pihak swasta guna memperoleh bantuan program perbaikan sarana penunjang serta infrastruktur belajar demi mewujudkan kesetaraan mutu pengajaran.

“Ketika pertama saya menjadi Menteri, saya ditanya, 'Bagaimana Bapak memandang swasta?' Jawaban saya sama, swasta adalah mitra. Karena itu kebijakan revitalisasi akan kami selenggarakan, tidak terbatas hanya untuk sekolah negeri saja tetapi juga untuk sekolah swasta,” ujarnya.

Dalam momentum yang sama, Mu'ti turut menghimbau para orang tua agar mempertajam kerja sama dengan pihak sekolah demi memantau secara berkala proses tumbuh kembang anak-anak.

Ia berpendapat bahwa ketercapaian target edukasi sangat bergantung pada keterpaduan gerak antara pihak sekolah, internal keluarga, lingkungan sosial, dan peranan media dalam satu kesatuan sistem.

Terkini