Wamenpar Ajak Industri Perkuat Sektor Gastronomi Pariwisata Nasional

Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:49:01 WIB
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.

JAKARTA - Sektor pariwisata Indonesia dinilai memiliki pilar penting dalam bidang gastronomi. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, yang menyebut aspek kuliner tersebut memiliki peran yang sangat strategis untuk masa depan pariwisata nasional.

“Saya mengajak para pelaku industri pariwisata untuk terus berkolaborasi. Kami tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Menurut Ni Luh, esensi gastronomi bukan sekadar pemuas lidah para pelancong yang datang. Lebih dari itu, kuliner tradisional mencerminkan karakteristik budaya lokal sekaligus menjadi motor penggerak roda ekonomi warga setempat.

Oleh karena itu, sang Wamenpar mengimbau para pelaku usaha dan elemen terkait untuk mempererat kerja sama dengan pihak regulasi. Langkah bersama ini diperlukan demi menyusun sekaligus mengeksekusi program kerja yang efektif menaikkan mutu pariwisata tanah air.

Potensi besar ini wajib dikawal bersama mengingat Indonesia tetap kokoh menjadi destinasi favorit turis domestik dan internasional. Daya tarik ini tidak pudar walau situasi politik dan keamanan dunia saat ini sedang berada dalam ketidakpastian.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh laporan resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan data mereka, arus kedatangan pelancong luar negeri dan pergerakan wisatawan lokal periode Januari sampai Mei 2026 menunjukkan tren positif dibanding tahun 2025.

Jika ditotal, pos kunjungan turis asing ke Indonesia menyentuh angka 6,07 juta sepanjang lima bulan pertama di 2026. Data statistik tersebut memperlihatkan adanya kenaikan sebesar 7,68 persen dari periode yang sama pada tahun lalu.

Sementara itu, pergerakan masyarakat lokal di dalam negeri juga sangat masif dengan mencatatkan 523,22 juta perjalanan. Jumlah ini terpantau naik sekitar 2,86 persen dari performa tahun 2025 kemarin yang mentok di angka 508,67 juta perjalanan.

Di samping memaparkan data, Ni Luh juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pembukaan agenda Nusantara Food & Hotel Expo 2026. Event ini dinilai menjadi wadah yang tepat bagi para pebisnis kuliner dan perhotelan untuk menguatkan jaringan bisnis mereka.

"Sinergi yang terbangun melalui pameran ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata dan industri hospitality Indonesia agar semakin inovatif dan inklusif dalam menghadapi dinamika pasar global,” kata dia.

Pameran Nusantara Food & Hotel Expo 2026 sendiri digelar mulai tanggal 9 sampai 12 Juli 2026. Lokasi pelaksanaannya bertempat di Hall 3 ICE BSD City yang berada di kawasan Tangerang Selatan.

Ada belasan sektor makanan dan hospitality yang unjuk gigi di sini, mulai dari olahan daging, produk susu, kuliner beku, kopi, bumbu masak, hingga teknologi perhotelan mutakhir. Ni Luh pun menaruh harapan besar agar pameran ini memicu dampak domino yang positif.

“Saya berharap Nusantara Food & Hotel Expo bukan hanya menjadi ajang pertemuan B2B, tetapi juga melahirkan inovasi dan kolaborasi yang luar biasa serta memberikan manfaat hingga ke rantai pasok,” tambahnya.

Terkini