Psikolog Ungkap Karakter Unik Orang yang Menyukai Warna Oranye

Senin, 29 Juni 2026 | 23:47:01 WIB
Ilustrasi Sedang Memakai Jaket Oranye.

JAKARTA - Warna favorit ternyata dapat mengungkap banyak hal tentang kepribadian seseorang. Menurut psikolog warna Michelle Lewis, individu yang menyukai warna oranye umumnya dikenal hangat, mudah bergaul, dan mampu membuat orang lain merasa nyaman.

Melansir Parade (28/6/2026), Lewis menjelaskan bahwa warna oranye memiliki makna psikologis yang erat dengan kehangatan, kebersamaan, dan rasa memiliki. Karena itu, orang yang tertarik pada warna ini sering kali memiliki karakter khas.

"Oranye adalah warna yang membawa kehangatan secara fisik maupun emosional. Warna ini meriah tanpa terasa formal, dan memberi energi tanpa terlihat agresif," kata Lewis, yang juga merupakan pakar psikologi warna dan pendiri ColorAnalysis.com serta The Color Institute.

Menurut Lewis, warna oranye berada di antara energi warna merah dan kehangatan warna kuning. Warna ini memadukan energi merah tanpa intensitas berlebih dan kehangatan kuning tanpa kecerahan yang menyilaukan.

Penelitian dari University of Liège menemukan bahwa paparan cahaya oranye menghasilkan aktivitas lebih tinggi pada area otak yang berperan dalam kewaspadaan serta fungsi kognitif. Hal ini membuat pecinta warna oranye tetap terhubung dengan lingkungannya.

Karakter pertama adalah memiliki kehangatan alami. Lewis mengatakan bahwa pecinta warna oranye biasanya memancarkan kehangatan yang dirasakan orang lain tanpa perlu banyak usaha.

"Mereka membuat orang lain merasa nyaman dan dihargai tanpa harus berusaha keras," katanya. Karakter ini membuat mereka menjadi sosok yang mudah diterima dalam berbagai lingkungan sosial.

Kedua, mereka suka menjamu orang lain. Mereka sering menjadi tuan rumah yang menyenangkan bagi teman-temannya. "Mereka senang menciptakan suasana yang membuat semua orang merasa diterima," ujarnya.

Ketiga, pribadi yang menyenangkan dan penuh humor. Mereka cenderung ceria dan memiliki kemampuan alami untuk mencairkan suasana. "Mereka tidak terlalu serius terhadap diri sendiri dan memiliki selera humor yang alami," kata Lewis.

Keempat, dermawan dan suka membantu. Mereka dikenal tidak pelit dalam membagikan waktu, perhatian, maupun energi. "Mereka memberikannya dengan tulus, baik kepada teman maupun orang yang baru dikenal," jelasnya.

Kelima, menyukai kenyamanan. Mereka menghargai hal-hal yang memberikan rasa nyaman secara fisik maupun emosional, seperti tekstur lembut atau tempat yang terasa familiar seperti rumah sendiri.

Keenam, optimistis dan bersyukur. Mereka memandang hidup sebagai sesuatu yang dinikmati. "Mereka memandang hidup sebagai sesuatu yang perlu dinikmati dan dibagikan, bukan sekadar dijalani," ujarnya.

Terakhir, mereka mampu hidup di masa kini. Mereka sangat terhubung dengan apa yang ada di depan mata, baik saat menikmati makanan, percakapan, maupun pengalaman yang sedang terjadi.

Meski demikian, mereka memiliki tantangan tersendiri. Mereka cenderung menghindari konflik demi menjaga suasana tetap nyaman, dan berisiko terlalu banyak memberi hingga mengabaikan kebutuhan diri sendiri.

"Karena terlalu fokus membuat orang lain merasa nyaman dan dihargai, mereka terkadang lupa memperjuangkan kepentingannya sendiri," ujar Lewis. Namun, kehangatan dan optimisme mereka tetap menjadi kekuatan utama.

Terkini