Koperasi Pesantren Mampu Wujudkan Pemerataan Kesejahteraan Warga

Senin, 29 Juni 2026 | 19:32:32 WIB
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i.

JAKARTA - Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i merasa optimistis bahwa perluasan koperasi pesantren mempunyai peran strategis dalam menciptakan pemerataan kesejahteraan di dalam skema pemberdayaan masyarakat luas.

"Koperasi pesantren dapat menjadi sarana yang sangat efektif untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Ini adalah wujud konkret semangat kebersamaan kami dalam membangun ekonomi yang berkeadilan dari lingkungan pesantren," ujar Romo Syafi'i dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Romo Syafi’i mengimbau segenap komponen pondok pesantren agar mengoptimalkan peran koperasi sebagai media pemberdayaan yang sanggup membawa kemakmuran sekaligus keadilan finansial bagi publik.

Ia berpandangan bahwa koperasi bukan sekadar wadah unit usaha biasa, namun merupakan alat perjuangan finansial bagi masyarakat yang sarat dengan pemanfaatan prinsip gotong royong.

Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, menurut dia, menjadi bukti nyata atas kepedulian pihak pemerintah pusat agar institusi pesantren bisa bertumbuh secara jauh lebih maksimal.

Wamenag menginginkan pondok pesantren sanggup bertransformasi menjadi tempat pembentukan generasi baru yang fleksibel mengikuti perkembangan era, mengerti tentang fikih pembangunan negara, serta mempunyai daya saing kuat pada sektor ekonomi rakyat.

"Negara memandang pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan bangsa. Indonesia Emas 2045 akan tercapai dengan hadirnya SDM yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat," kata dia.

Ia turut mengulas mengenai ketegasan andil pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mengorganisasi pemanfaatan kekayaan bumi demi hajat hidup publik.

Sila hilirisasi beserta pembenahan sistem tata kelola ekonomi domestik diharapkan bisa memacu motivasi bagi pihak pesantren agar lebih produktif mengoptimalkan segala potensi internal yang dimiliki.

"Kami sedang menata kembali ekonomi nasional agar memberikan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri. Semangat ini selaras dengan upaya pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi, sehingga umat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari penggerak ekonomi bangsa," kata Romo Syafi'i.

Terkini