Tips Psikolog Mengakhiri Hubungan Tidak Sehat secara Aman dan Tegas

Kamis, 25 Juni 2026 | 22:32:31 WIB
Ilustrasi Pasangan Sedang Bertengkar.

JAKARTA – Mengakhiri jalinan kasih memang bukan sebuah keputusan yang terbilang mudah bagi siapa pun. Situasi sering kali terasa jauh lebih rumit ketika seseorang terjebak dalam relasi yang sudah tidak sehat.

Dinamika ini makin menantang jika hubungan tersebut melibatkan perilaku mengontrol, manipulasi emosional, intimidasi, hingga aksi kekerasan. Korban sering kali merasa kesulitan untuk melangkah pergi meskipun sudah menyadari bahayanya.

Faktor ketergantungan emosional, rasa takut, hingga menurunnya kepercayaan diri membuat proses perpisahan menjadi sangat berat. Psikolog klinis Dra. A. Kasandra Putranto menekankan bahwa aspek keselamatan diri adalah prioritas utama.

"Ketika sebuah hubungan menunjukkan banyak tanda bahaya, terutama jika sudah mengarah pada perilaku agresif, mengontrol, mengintimidasi, atau membuat seseorang merasa takut, maka keselamatan diri perlu menjadi prioritas utama," kata Kasandra, Kamis (25/6/2026).

Berikut adalah langkah-langkah untuk mengakhiri hubungan tidak sehat dengan aman dan bijaksana.

Prioritaskan keselamatan diri

Langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan penilaian terhadap tingkat risiko yang ada. Jika pasangan memiliki rekam jejak perilaku agresif atau mengancam, keselamatan harus dipertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan untuk berpisah.

Menurut Kasandra, perlindungan fisik maupun kesejahteraan emosional harus diutamakan dibandingkan keinginan untuk segera mengakhiri hubungan. Jangan memaksakan diri jika kondisi justru membahayakan keselamatan Anda sendiri.

Pilih tempat yang aman untuk mengakhiri hubungan

Prosedur penyampaian keputusan perpisahan perlu dirancang dengan hati-hati. Terlebih jika pasangan memiliki kecenderungan emosional yang sulit dikendalikan atau agresif.

Kasandra menyarankan agar proses perpisahan dilakukan di ruang publik yang aman atau dengan didampingi pihak lain yang dapat dipercaya. "Memutuskan untuk melakukannya di tempat yang aman atau dengan dukungan orang lain yang dipercaya," ujarnya.

Bangun sistem dukungan dari orang terdekat

Jangan pernah menghadapi situasi pelik ini sendirian. Memberi tahu anggota keluarga atau sahabat terdekat dapat memberikan perlindungan emosional sekaligus keamanan ekstra jika hal yang tidak diinginkan terjadi.

Dukungan sosial dari lingkungan terdekat juga membantu Anda merasa lebih yakin dengan keputusan yang diambil. Hal ini secara efektif mampu meredam rasa takut yang biasanya muncul setelah hubungan resmi berakhir.

Pertimbangkan bantuan profesional

Sering kali, korban hubungan tidak sehat mengalami penurunan harga diri yang tajam. Kondisi ini membuat seseorang merasa kesulitan untuk bertindak mandiri sehingga cenderung terjebak lebih lama dalam relasi yang merugikan.

Bantuan tenaga profesional dapat membantu individu memahami dinamika hubungan, memperkuat kepercayaan diri, serta menyusun rencana langkah yang aman untuk keluar dari jeratan relasi tersebut.

Tetapkan batasan yang jelas dan hindari perdebatan

Saat keputusan final telah diambil, Anda wajib menyampaikannya secara tegas. Kasandra menegaskan bahwa penetapan batasan yang ketat sangat penting agar tidak memberi celah bagi manipulasi emosional di masa depan.

"Sampaikan keputusan secara jelas tanpa memberikan harapan yang ambigu jika memang keputusan sudah final," katanya. Hindari terjebak dalam perdebatan panjang yang hanya akan menguras energi Anda.

Memilih untuk pergi dari hubungan yang tidak sehat bukanlah sebuah kegagalan. Langkah tersebut adalah wujud nyata dari kepedulian Anda terhadap kesejahteraan diri sendiri di masa depan.

Meskipun prosesnya penuh tantangan, memprioritaskan kesehatan mental harus tetap dilakukan. Dengan dukungan orang terdekat dan bantuan ahli, Anda dapat mulai membangun kehidupan yang jauh lebih sehat dan bahagia.

Terkini