Kemenpar Dorong Wisata Lokal via Liburan Cara Baru DiIndonesiaAja

Kamis, 25 Juni 2026 | 20:58:01 WIB
Kemenpar Dorong Wisata Lokal via Liburan Cara Baru DiIndonesiaAja

JAKARTA - Kementerian Pariwisata mengajak masyarakat untuk mengeksplorasi destinasi wisata yang berada di sekitar tempat tinggal. Langkah ini digerakkan melalui kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja" pada periode libur sekolah 2026.

Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya mengatakan kampanye tersebut didasarkan pada tren perjalanan wisatawan nusantara. Karakteristik pelancong saat ini cenderung memilih destinasi berjarak dekat karena lebih mudah dijangkau dan menghemat pengeluaran.

"Orang Indonesia itu dari mana ke mana sih kalau liburan? Kelihatan sekali memang perjalanan itu terjadi di dalam provinsi saja," kata Nia dalam konferensi pers kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja" di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kecenderungan wisatawan memilih destinasi yang dekat dengan tempat tinggal juga sejalan dengan tren global. Data di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat dunia saat ini lebih banyak melakukan perjalanan di wilayah sekitar saja.

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan perjalanan antarkabupaten atau kota dalam satu provinsi menjadi kontributor terbesar perjalanan wisatawan nusantara. Pada 2025, perjalanan intraprovinsi menyumbang 67,7 persen dari total pergerakan turis domestik.

"Ini menunjukkan bahwa memang masyarakat cenderung melakukan perjalanan yang dekat-dekat saja. Ini karena persoalan biaya juga pertimbangannya, aksesnya lebih mudah, dan banyak atraksi baru di daerah sekitar kami," ujarnya.

Nia menuturkan konsep "Liburan Cara Baru" mendorong masyarakat untuk mengubah persepsi lama mengenai kegiatan pariwisata. Pola pikir bahwa berwisata harus dilakukan ke tempat yang jauh dan membutuhkan modal besar kini mulai bergeser.

Menurut dia, wisatawan dapat memperoleh pengalaman baru dengan mengunjungi destinasi yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya. Salah satu alternatifnya adalah desa wisata yang menawarkan aktivitas unik dan budaya berbeda dari keseharian area perkotaan.

"Persepsi kalau berwisata itu mahal, lama, jauh, dan ternyata cara baru sudah tidak begitu lagi. Kami bisa jalan di sekitar kami yang belum kami eksplor, yang belum kami rasakan pengalamannya," katanya.

Selain memanfaatkan destinasi terdekat, Kementerian Pariwisata juga mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi modern. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) melalui platform MaiA dapat membantu merencanakan perjalanan wisata sesuai anggaran.

Pada periode libur sekolah tahun ini, Kementerian Pariwisata bersama pelaku industri juga menyediakan 95 paket wisata menarik. Program kolaboratif ini melibatkan 40 pelaku industri dengan pilihan atraksi alam, budaya, petualangan, hingga bahari.

Kementerian Pariwisata mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari hingga April 2026 sudah menyentuh 417,06 juta perjalanan. Angka tersebut meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nia berharap kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja" dapat mendongkrak pergerakan wisatawan domestik secara signifikan. Langkah ini diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi sektor pariwisata, UMKM, kuliner, dan ekonomi kreatif daerah.

Terkini