IHSG Sore Ini Ditutup Menguat Tipis Menuju Posisi 6.177

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:39:31 WIB
Ilustrasi IHSG.

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode Jumat sore berakhir merangkak naik tipis di tengah perpaduan sentimen dari dalam negeri maupun internasional.

IHSG mengakhiri perdagangan dengan penguatan sebesar 4,80 poin atau 0,08 persen menuju posisi 6.177,14. Sebaliknya, kelompok 45 saham favorit atau indeks LQ45 justru merosot 7,52 poin atau 1,22 persen ke level 609,40.

"Kenaikan IHSG dibatasi oleh peringatan baru dari MSCI, yang mana penyedia indeks tersebut menyoroti visibilitas yang lemah dalam kepemilikan saham dan tanda-tanda perdagangan terkoordinasi," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari lingkar domestik, laporan berkala MSCI Global Market Accessibility memvalidasi adanya reduksi peringkat pada satu kriteria, yaitu Information Flow (arus informasi), yang dipicu minimnya keterbukaan kepemilikan saham serta kekhawatiran seputar transaksi yang terkoordinasi.

Pihak MSCI menggarisbawahi bahwa kendala utama pada pasar modal tanah air bukan bersumber dari likuiditas atau skala pasar, melainkan bertumpu pada tata kelola, transparansi, serta keterbukaan arus informasi.

"Sorotan MSCI terhadap kualitas pembentukan harga dan transparansi berpotensi meningkatkan persepsi risiko di mata investor global," ujar Nico.

Berikutnya, lembaga MSCI dijadwalkan bakal merilis laporan Annual Market Classification Review pada periode 24 Juni 2026 pekan depan.

Dari kancah internasional, pergerakan pasar ikut dibayangi oleh momentum awal penerapan kesepakatan damai tentatif antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Kamis (18/6), yang sanggup meredakan tensi geopolitik sekaligus menekan nilai minyak dunia.

Realisasi pakta damai guna mengakhiri konflik AS-Iran ini memicu tren pemulihan, yang diisyaratkan lewat pencabutan resmi blokade wilayah laut Iran oleh otoritas Washington.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa segala bentuk relaksasi ekonomi untuk Teheran sepenuhnya bakal bergantung pada tingkat kepatuhan Iran atas seluruh poin perjanjian itu.

Pada saat bersamaan, terdapat sentimen pasar yang mengarah pada kekhawatiran seputar proyeksi pembatasan kebijakan moneter ketat oleh The Fed. Isyarat hawkish dari The Fed mendongkrak ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga pada sisa periode tahun 2026.

Meski bank sentral AS tersebut mempertahankan suku bunga acuan dalam rapat Rabu (17/6), estimasi terkini memperlihatkan hampir separuh anggota FOMC memprediksi minimal ada satu kali kenaikan lagi menjelang pergantian tahun.

Sempat mengawali perdagangan dengan melemah, pergerakan IHSG betah berada di zona merah hingga penutupan perdagangan sesi pertama. Memasuki sesi kedua, grafik IHSG merangkak naik ke zona hijau sampai penutupan bursa saham.

Merujuk pada Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor berakhir menguat dengan motor utama sektor kesehatan yang melonjak 2,67 persen, disusul oleh sektor infrastruktur serta sektor barang konsumen primer yang masing-masing naik 1,41 persen dan 1,33 persen.

Sementara itu, empat sektor lainnya terpantau melemah di mana sektor barang baku merosot paling dalam sebesar 1,13 persen, dibuntuti oleh sektor keuangan serta sektor industri yang turun 1,01 persen dan 0,99 persen.

Untuk deretan saham yang membukukan lonjakan harga tertinggi di antaranya ialah SDMU, BCIC, ZONE, SMMT, dan MORA. Sedangkan barisan saham yang mencatatkan penurunan harga terdalam yaitu MLPT, BNLI, TRIN, SURE, dan LUCY.

Aktivitas perdagangan saham dibukukan sebanyak 1.710.000 kali transaksi dengan volume saham yang diperjualbelikan menyentuh 30,76 miliar lembar saham berkejaran senilai Rp26,49 triliun. Detailnya, sebanyak 353 saham menguat, 358 saham merosot, dan 248 saham stagnan.

Pada bursa saham kawasan Asia sore ini, indeks Nikkei terpantau menguat sebesar 0,52 persen ke posisi 71.423,00, sementara untuk indeks Strait Times menyusut 0,39 persen menuju level 5.192,70.

Di pihak lain, untuk indeks Shanghai (China) bersama indeks Hang Seng (Hong Kong) sedang ditutup libur dalam rangka memperingati agenda Festival Perahu Naga.

Terkini