Pimpinan DPR Gelar Pertemuan Tertutup Bersama Elemen Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:53:02 WIB
Ilustrasi Mahasiswa Demo.

JAKARTA - Jajaran pimpinan DPR melangsungkan agenda pertemuan secara tertutup dengan perwakilan elemen mahasiswa yang berunjuk rasa di kawasan Kompleks Parlemen RI di Jakarta, Jumat (19/6/2026) petang ini.

Agenda mediasi tersebut diselenggarakan lewat sistem tertutup di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara I atau yang akrab dijuluki sebagai Gedung Kura-kura di area Kompleks Parlemen RI ini.

“Media izin untuk di luar ya. Nanti ada konferensi pers,” ucap petugas keamanan DPR sambil mengarahkan awak media meninggalkan ruangan.

Sejumlah pimpinan DPR yang datang langsung menemui para mahasiswa tersebut ialah Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Saan Mustopa.

“Nanti kami ketemu dulu, kami dengarkan aspirasinya,” singkat Saan saat hendak masuk ke ruang pertemuan.

Di samping itu, terlihat hadir juga Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Alfath, serta Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Nazaruddin Dek Gam.

Sementara itu, pihak mahasiswa yang masuk ruangan berasal dari latar belakang kampus dan organisasi yang berbeda, yaitu utusan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, serta Universitas Esa Unggul.

Area Gedung Nusantara I ini dikawal dengan sangat ketat oleh gabungan aparat kepolisian dari satuan Brimob dan Sabhara, bersama dengan jajaran petugas keamanan dalam (Pamdal) DPR RI.

Saluran Instagram resmi milik Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti terpantau sempat menyiarkan secara langsung jalannya rapat tersebut melalui fitur live pada akun @kepresmausakti tersebut.

Aliansi mahasiswa Universitas Trisakti yang menjadi salah satu motor aksi demonstrasi sore ini membawa gagasan gerakan bertajuk "Tritura Kembali" atau Tiga Tuntutan Rakyat.

Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti, Arief, memaparkan bahwa ada tiga poin tuntutan utama yang diusung dalam unjuk rasa tersebut.

Tiga poin itu meliputi pemulihan kondisi ekonomi dan politik nasional, pemberantasan inkompetensi para pejabat publik, serta pengembalian supremasi sipil.

Bukan cuma Trisakti, kelompok mahasiswa dari Universitas Esa Unggul juga ikut serta melangsungkan aksi unjuk rasa di area depan Gedung DPR RI.

Adapun butir tuntutan dari pihak mahasiswa Universitas Esa Unggul di antaranya penegakan supremasi sipil, pelaksanaan audit berkala terhadap program pemerintah serta PSN, pembenahan sistem komunikasi publik pemerintah, serta menjamin berjalannya fungsi kontrol (check and balance).

Terkini