Kredit Perbankan Tumbuh Double Digit, BI Catat Kenaikan 11,51%

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:52:01 WIB
Gubernur BI, Perry Warjiyo.

JAKARTA - Kinerja kredit perbankan mencatatkan tren positif dengan tumbuh ke level double digit menjelang akhir kuartal II-2026. Bank Indonesia (BI) melaporkan kredit perbankan pada Mei 2026 tumbuh 11,51% secara tahunan (year on year/YoY), meningkat dari pertumbuhan 9,89% yoy pada April 2026.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan peran krusial sektor perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Secara terperinci, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 21,95% yoy, diikuti kredit modal kerja sebesar 8,09% yoy, dan kredit konsumsi sebesar 5,89% yoy.

Berdasarkan kinerja tersebut, BI optimistis target pertumbuhan kredit tahun 2026 yang dipatok di kisaran 8%--12% akan tercapai.

"Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8%--12%," ungkap Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (18/6/2026).

Proyeksi ini didukung oleh masih besarnya fasilitas kredit yang belum digunakan (undisbursed loan) senilai Rp2.575,42 triliun, serta likuiditas perbankan yang terjaga dengan rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 24,74%.

Selain itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tercatat tinggi yakni 13,47% yoy pada Mei 2026.

Perry menambahkan bahwa ketahanan perbankan nasional tetap kuat, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) pada April 2026 mencapai 23,97% serta rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) bruto yang rendah di level 2,1%.

BI pun memastikan akan terus memperkuat kebijakan makroprudensial guna memitigasi risiko global, termasuk dampak dari konflik di Timur Tengah.

Terkini