Kemenangan Bersejarah Timnas Aljazair Atas Jerman Barat di Spanyol

Rabu, 17 Juni 2026 | 06:08:02 WIB
Para pemain Aljazair rayakan keberhasilan lolos ke 16 besar.

JAKARTA - Dunia sepak bola terbukti selalu dipenuhi oleh kejutan besar, dan turnamen akbar sekelas Piala Dunia kerap kali menjadi panggung utamanya.

Salah satu kejutan hebat yang sempat mengguncang jagat lapangan hijau terjadi pada pergelaran historis Piala Dunia 1982 yang berlangsung di Spanyol.

Aktor utama di balik keajaiban tersebut adalah Aljazair, tim nasional asal Benua Afrika yang kala itu baru pertama kali mencicipi atmosfer Piala Dunia.

Kesebelasan yang mengusung julukan Al Afnak alias Si Rubah Gurun tersebut langsung mencuri perhatian khalayak luas pada partai pembuka grup mereka.

Aljazair menciptakan sensasi luar biasa dengan memetik kemenangan manis dalam laga debutnya di putaran final, tepatnya pada 16 Juni 1982 silam.

Tidak tanggung-tanggung, lawan yang sukses mereka buat bertekuk lutut adalah Jerman Barat yang berstatus sebagai jawara Eropa dengan materi pemain kelas dunia.

Sebelum peluit sepak mula dibunyikan, tidak ada satu pun pengamat yang berani memprediksi sang raksasa Jerman Barat bakal keok di tangan Aljazair.

Keberadaan nama besar sekaliber Paul Breitner, Uli Stielike, hingga pemenang Ballon d'Or Karl-Heinz Rummenigge menjadi alasan utama di balik prediksi tersebut.

Paruh pertama jalannya laga bergulir sesuai perkiraan banyak orang dengan dominasi penuh serangan Jerman Barat yang mengurung barisan pertahanan lawan.

Meski belum ada gol yang tercipta hingga masa turun minum, publik meyakini gol pembuka dari Tim Panser hanyalah tinggal menunggu waktu saja.

Namun di luar dugaan, Aljazair justru berhasil memecah kebuntuan terlebih dahulu melalui skema serangan balik kilat pada menit ke-54 babak kedua.

Berawal dari umpan terobosan cerdik Djamel Zidane, Lakhdar Belloumi menyambut bola dengan sepakan keras kaki kiri yang sempat dihalau Harald Schumacher.

Bola liar yang bergulir bebas di kotak penalti langsung disambar dengan cepat oleh kaki kanan Rabah Madjer hingga mengubah papan skor menjadi 1-0.

Tertinggal satu gol membuat kubu Jerman Barat bergerak lebih agresif menggempur pertahanan kokoh yang dibangun oleh barisan pemain Aljazair.

Kerja keras sang jawara Eropa akhirnya membuahkan hasil lewat gol sontekan jarak dekat Rummenigge yang memaksimalkan umpan silang matang Felix Magath.

Namun belum genap satu menit berselang, Aljazair kembali memimpin berkat peragaan kombinasi operan pendek nan ciamik yang diselesaikan sempurna oleh Belloumi.

Di sisa waktu pertandingan, pasukan Jerman Barat terus mengerahkan seluruh energi mereka demi menyamakan kedudukan dari ketertinggalan.

Aljazair sesekali tetap menebar ancaman lewat serangan balik cepat hingga skor keunggulan 2-1 bagi Si Rubah Gurun bertahan sampai laga usai.

"Di pikiran saya, Jerman Barat adalah tim terbaik dunia. Hal ini membuat kemenangan kami di partai pembuka Piala Dunia 1982 terasa begitu istimewa," kata Rabah Madjer kala itu.

Kemenangan sensasional ini sekaligus mencatatkan rekor baru berupa keunggulan perdana dari kesebelasan asal Afrika atas tim Eropa di panggung Piala Dunia.

Terkini