BI: Utang Luar Negeri Indonesia Capai 439,8 Miliar Dolar AS

Senin, 15 Juni 2026 | 00:31:01 WIB
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2026.

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2026 tetap berada dalam kondisi terjaga, yakni mencapai 439,8 miliar dolar AS. 

Angka ini mencatat pertumbuhan sebesar 1,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan rasio ULN terhadap PDB yang berada di level 29,6 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (15/6/2026), menjelaskan bahwa pertumbuhan ini dipengaruhi oleh peningkatan ULN sektor publik, sementara sektor swasta masih mencatatkan kontraksi.

Berikut adalah rincian kondisi ULN Indonesia per April 2026:

ULN Pemerintah: Tercatat sebesar 216,4 miliar dolar AS atau tumbuh 3,7 persen (yoy). Dana ini difokuskan pada sektor produktif seperti jasa kesehatan dan sosial, administrasi pertahanan, jasa pendidikan, serta konstruksi. Mayoritas ULN pemerintah (99,99 persen) merupakan utang jangka panjang.

ULN Swasta: Tercatat sebesar 193,2 miliar dolar AS, mengalami kontraksi 0,7 persen (yoy). Sektor utama penyumbang ULN swasta adalah industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, serta sektor energi. Utang jangka panjang mendominasi sebesar 75,8 persen dari total ULN swasta.

Secara keseluruhan, struktur ULN Indonesia dinilai tetap sehat karena didominasi oleh instrumen jangka panjang dengan pangsa mencapai 84,5 persen.

Ramdan menegaskan bahwa BI dan pemerintah akan terus memperkuat koordinasi untuk memantau perkembangan ULN agar tetap dalam batas aman. 

Pemanfaatan ULN akan terus dioptimalkan guna mendukung pembiayaan pembangunan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengabaikan stabilitas makroekonomi.

Terkini