BRIN Ungkap Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Diamati Malam Ini

Rabu, 01 April 2026 | 09:29:12 WIB
BRIN Ungkap Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Diamati Malam Ini

JAKARTA - Langit malam pada awal April 2026 menghadirkan salah satu fenomena yang menarik perhatian banyak orang, terutama bagi mereka yang menyukai pengamatan benda langit. 

Momen ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati keindahan bulan purnama dengan tampilan yang kerap disebut berbeda dibandingkan biasanya. Meski demikian, fenomena ini tetap dapat dinikmati dengan cara sederhana tanpa memerlukan persiapan rumit.

Fenomena alam langka bulan purnama pink atau pink moon bisa disaksikan masyarakat pada Rabu, 1 April 2026 malam. Hal itu diungkap Thomas Djamaluddin, profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). "Purnama pink tahun ini pada Rabu malam Kamis, 1-2 April 2026," kata Thomas.

Fenomena ini menjadi salah satu peristiwa langit yang cukup dinantikan karena hanya terjadi dalam periode tertentu setiap tahunnya. Banyak masyarakat memanfaatkan momen ini untuk sekadar menikmati keindahan bulan atau mengabadikannya dalam bentuk foto.

Rentang Waktu Pengamatan yang Panjang dan Fleksibel

Thomas menyebut, bulan purnama pink dapat diamati mulai maghrib sampai menjelang matahari terbit. Rentang waktu ini memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk memilih waktu pengamatan yang paling sesuai dengan kondisi lingkungan dan cuaca di wilayah masing-masing.

Masyarakat juga bisa mengamati fenomena alam langka ini secara langsung atau dengan bantuan alat, seperti kamera maupun teleskop. "Dapat diamati tanpa alat atau dengan teleskop plus kamera," ujarnya.

Kemudahan ini membuat fenomena pink moon dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, baik yang memiliki peralatan khusus maupun yang hanya ingin melihatnya secara langsung dengan mata telanjang. Tidak ada batasan khusus dalam menikmati fenomena ini.

Fenomena Aman Diamati Tanpa Risiko Bagi Masyarakat

Selain mudah diamati, fenomena pink moon juga dipastikan tidak membawa dampak berbahaya bagi masyarakat. Hal ini penting untuk dipahami agar tidak menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.

Thomas menyebut fenomena ini aman untuk diamati, karena tidak ada dampak yang ditimbulkan jika masyarakat mengamati fenomena ini. "Tidak ada dampak negatifnya. 

Dampak secara umum sama dengan purnama lainnya, yaitu peningkatan pasang air laut karena Bulan dan Matahari hampir segaris dengan Bumi," katanya.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa fenomena tersebut merupakan bagian dari siklus alam yang normal. Dengan demikian, masyarakat dapat menyaksikannya dengan tenang tanpa perlu khawatir terhadap efek tertentu.

Istilah Pink Moon Tidak Menggambarkan Warna Sebenarnya

Thomas menjelaskan, fenomena ini sejatinya adalah fenomena purnama biasa, namun istilah pink moon dibuat untuk fenomena purnama pada bulan April. Penamaan ini lebih bersifat tradisional dan tidak mencerminkan kondisi visual bulan yang sebenarnya.

"Warna nya bukan pink, sama dengan purnama umumnya, putih kekuningan. Itu hanya penamaan orang Amerika Serikat yang kemudian digunakan di media," ungkap Thomas Djamaluddin.

Diketahui, berdasarkan informasi dari situs astronomi Time and Date, fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai pink moon akan dapat diamati pada 1-2 April 2026. Informasi ini memperkuat bahwa fenomena tersebut telah lama dikenal dalam dunia astronomi dan dapat diprediksi secara ilmiah.

Meskipun disebut pink moon, warna bulan yang terlihat tetap seperti biasanya. Namun, penamaan tersebut tetap populer dan menarik perhatian masyarakat luas.

Waktu Terbaik Menyaksikan dan Efek Visual yang Menarik

Momen paling ideal untuk menikmati fenomena ini adalah sesaat setelah bulan terbit, atau kira-kira bertepatan dengan waktu maghrib. 

Pada waktu ini, posisi bulan masih berada di dekat cakrawala sehingga memberikan efek visual yang berbeda dibandingkan saat bulan sudah berada tinggi.

Saat bulan masih berada di posisi rendah dekat cakrawala, akan muncul efek ilusi optik. Efek dari pantulan atmosfer ini membuat bulan tampak jauh lebih besar dan memancarkan cahaya keemasan yang menawan.

Efek tersebut sering kali menjadi daya tarik utama bagi para pengamat langit maupun fotografer. Penampilan bulan yang terlihat lebih besar dan berwarna hangat menciptakan suasana yang lebih dramatis.

Dengan kondisi ini, masyarakat memiliki kesempatan untuk menikmati fenomena langit yang tidak hanya menarik secara ilmiah tetapi juga indah secara visual. 

Fenomena pink moon April 2026 pun menjadi salah satu momen yang layak untuk disaksikan secara langsung sebagai bagian dari keajaiban alam yang terjadi secara berkala.

Terkini