Kinerja CDIA 2025 Melejit, Laba Bersih Capai Rp2,02 Triliun dan Naik Signifikan

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:19:19 WIB
Kinerja CDIA 2025 Melejit, Laba Bersih Capai Rp2,02 Triliun dan Naik Signifikan

JAKARTA - Kinerja emiten infrastruktur milik Prajogo Pangestu menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang 2025.

PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang impresif, mencerminkan keberhasilan strategi bisnis dan ekspansi yang dijalankan perusahaan. Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi CDIA sebagai salah satu pemain penting dalam sektor infrastruktur terintegrasi di Indonesia.

Emiten milik Prajogo Pangestu PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) mencetak laba bersih sebesar US$121,05 juta sepanjang 2025 atau setara dengan Rp2,02 triliun (kurs Jisdor 31 Desember 2025 Rp16.720 per dolar AS).

Dalam laporan keuangannya, CDIA mencetak pendapatan sebesar US$148,03 juta yang setara Rp2,47 triliun, atau naik 44,77% secara tahunan. Pendapatan ini naik dibandingkan dengan 2024 yang sebesar US$102,2 juta.

Sumber Pendapatan dan Kinerja Operasional

Pendapatan ini diperoleh CDIA dari penjualan daya listrik dan jasa kelistrikan lainnya sebesar US$95,28 juta, penjualan bahan bakar sebesar US$10,54 juta, pendapatan sewa gudang sebesar US$254.908, jasa sewa kapal US$34,6 juta, jasa angkutan kapal US$1,75 juta, dan sewa tangki dan dermaga US$5,55 juta.

CDIA juga memerinci pendapatan kepada satu pelanggan yang melebihi 10%, yaitu ke CAP sebesar US$16,4 juta, dan ke PT Krakatau Posco senilai US$15,38 juta.

Di sisi lain, CDIA juga mencetak peningkatan beban pokok pendapatan sebesar 22,72% selama setahun, dari US$91,7 juta pada 2024, menjadi US$112,6 juta pada 2025.

Lonjakan Laba dan Pertumbuhan Signifikan

CDIA juga mencatatkan laba kotor sebesar US$35,3 juta, meningkat 238,19% dari capaian pada 2024 yang sebesar US$10,4 juta.

Laba bersih CDIA melonjak tajam hingga 285,24% menjadi US$121,05 juta atau setara dengan Rp2,03 triliun. Sebelumnya pada 2024 lalu CDIA membukukan laba bersih sebesar US$31,42 juta. Lonjakan laba bersih ini salah satunya disebabkan oleh pos keuntungan bersih lain-lain yang mencapai US$76,33 juta, meroket dari 2024 yang sebesar US$4,7 juta.

Adapun sampai akhir 2025, CDIA mencetak total aset sebesar US$1,74 miliar, naik dari sebelumnya US$1,08 miliar pada 2024. Lalu jumlah liabiiltas sebesar US$607,8 juta pada 2025, naik dari 2024 yang sebesar US$328,3 juta. Sementara itu, jumlah ekuitas CDIA meningkat dari US$752,18 juta pada 2024, menjadi US$1,13 miliar pada 2025.

Penguatan Pendanaan dan Ekspansi Bisnis

Direktur CDIA Jonathan Kandinata menyampaikan 2025 merupakan tonggak transformatif bagi CDI Group seiring dengan transformasi menjadi perusahaan terbuka, dengan tetap mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang solid.

Di sisi kinerja keuangan, perseroan membukukan EBITDA sebesar US$118,8 juta atau melonjak 288,0% secara tahunan dan laba bersih sebesar US$127,8 juta atau lebih tinggi 281,7% dibandingkan dengan capaian 2024.

Sepanjang 2025, lanjutnya, CDIA memperkuat basis permodalan dan akses pendanaan melalui berbagai sumber yang terdiversifikasi, termasuk penyertaan modal pemegang saham, pasar modal ekuitas, serta fasilitas perbankan domestik dan internasional.

Sumber pendanaan tersebut mencakup tambahan dukungan modal dari Chandra Asri Group dan EGCO Group, dana hasil IPO pada Juli 2025, fasilitas dari Bank Danamon, BTN, dan yang terbaru, dan fasilitas US$100 juta dari Bangkok Bank.

Pendanaan tersebut, kata Jonathan, mencerminkan kepercayaan luas dari pemangku kepentingan ekuitas maupun kredit terhadap strategi jangka panjang perseroan.

"Per 31 Desember 2025, perseroan memiliki liquidity pool sebesar US$ 803,3 juta, memperkuat fleksibilitas finansial untuk mendukung ekspansi di seluruh pilar infrastruktur," paparnya dalam keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).

Ekspansi Infrastruktur dan Prospek 2026

Secara operasional, CDI Group mempercepat ekspansi dan integrasi platform infrastruktur. Perseroan meluncurkan dan mengembangkan bisnis logistik darat melalui akuisisi PT Barito Investa Prima (kini PT Chandra Investa Prima), membangun kapabilitas cold chain, dan menambah 50 truk untuk memperluas cakupan layanan.

Perseroan juga memperkuat jejak infrastrukturnya melalui akuisisi aset gudang dan lahan di Cilegon serta pembangunan tiga tangki bitumen dengan total kapasitas 12.000 m³, sekaligus mendorong proyek strategis tangki penyimpanan dan pipa etilena yang didanai dari dana hasil IPO.

Pada logistik maritim, CDI melanjutkan pembangunan dua kapal kimia berkapasitas 9.000 DWT dan meningkatkan kepemilikan di CSI dan MIM hingga 99,99%. Di sektor energi, kapasitas pembangkit surya Perseroan meningkat menjadi 11 MWp.

"Dengan platform infrastruktur terdiversifikasi yang mencakup energi, air, kepelabuhanan & penyimpanan, serta logistik, CDI Group memasuki 2026 dengan momentum yang kuat untuk terus mengembangkan ekosistem terintegrasinya."

Berlandaskan fondasi yang telah dibangun pada 2025, CDIA tetap berfokus pada ekspansi yang disiplin, keunggulan operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Terkini